Kuliner KulinerCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
food

Jelajah Rasa Sidikalang: Dari Kopi Toraja hingga Bika Ambon Legendaris

Mengungkap kekayaan kuliner Sidikalang, mulai dari kopi khas Toraja hingga bika ambon yang melegenda. Temukan cerita di balik setiap gigitan.

30 May 2026 · 3 menit baca · oleh Anggi Pratiwi Wibowo
Jelajah Rasa Sidikalang: Dari Kopi Toraja hingga Bika Ambon Legendaris

Pasar tradisional Sidikalang

Kabut pagi masih menyelimuti Bukit Barisan ketika aroma kopi panggang mulai memenuhi sudut-sudut Pasar Sidikalang. Sebagai anak kelahiran sini, saya tahu betul bagaimana kuliner menjadi bahasa pemersatu berbagai etnis di kota kecil ini. Batak, Minang, Melayu, semua punya cerita rasa yang berpadu dalam satu meja makan.

Meski tak setenar Medan, Sidikalang justru menyimpan keautentikan yang semakin langka. Data BPS Kabupaten Dairi 2023 menunjukkan 73% usaha mikro di wilayah ini bergerak di bidang kuliner, kebanyakan masih mempertahankan resep turun-temurun.

Kopi Sidikalang: Warisan yang Tetap Berkumandang

Ngobrolin kuliner Sidikalang ya harus mulai dari kopi. Berbeda dengan kopi Toraja atau Aceh yang lebih terkenal, kopi sini punya karakter unik dengan asam rendah dan aftertaste cokelat plus rempah. Kebun-kebun kopi di lereng Dolok Sanggul udah ada sejak jaman Belanda, ditanam di ketinggian 1.200-1.500 mdpl.

Yang bikin spesial, beberapa kedai tua masih pertahankan teknik sangrai tradisional. Pak Sihar pemilik Kedai Kopi Mula-mula (berdiri sejak 1952) bilang, "Kuncinya pake kayu nangka biar aroma buahnya nggak ilang." Hasilnya? Seduhan pekat yang nggak terlalu pahit, cocok banget ditemenin pisang goreng khas yang renyah di luar tapi lembut dalemnya.

Bika Ambon ala Sidikalang: Legenda Rasa yang Beda

Bika Ambon Sidikalang

Nggak banyak yang tau kalo Sidikalang punya versi bika ambon sendiri. Teksturnya lebih padat, kurang berpori, tapi aroma pandan dan santannya lebih kuat. Bedanya sama bika ambon Medan yang pake fermipan, versi sini menggunakan air nira sebagai pengembang alami. Warung Bika Ambon Sinar Pagi di Jalan Sudirman udah jualan sejak 1987 dengan resep rahasia.

Ibu Riana, generasi kedua pemilik warung, cerita, "Rahasia teksturnya ada di proses fermentasi adonan semalaman. Ini warisan orang Melayu Deli yang dulu tinggal disini." Antrian panjang udah mengular setiap pagi sebelum jam 7, bukti bahwa kadang keaslian justru bertahan di kota-kota kecil.

Saksang & Arsik: Dua Raja Masakan Batak

Ngomongin kuliner Sidikalang nggak lengkap tanpa sentuh masakan Batak. Dua hidangan ini mewakili filosofi "nggak ada bagian yang terbuang" dalam tradisi Batak. Saksang—daging babi cincang dimasak dengan darah dan andaliman—biasa muncul di acara adat. Sementara arsik, ikan mas atau nila dengan bumbu kuning plus andaliman, nunjukin pengaruh Danau Toba.

Yang unik, racikan saksang di Sidikalang lebih "kering" dibanding versi Toba, dengan rasa asam dari bunga kecombrang yang dominan. Rumah Makan Sibisa di pusat kota jadi tempat terbaik buat nyobain dua hidangan ini, lengkap dengan sayuran hutan kayak pakis dan bunga turi.

Jajanan Pasar yang Mulai Langka

Kue-kue tradisional Sidikalang

Pagi-pagi di Pasar Sidikalang tuh surganya pencinta jajanan tradisional. Beberapa udah mulai susah ditemuin, kayak:

  • Lappet: Kue dari tepung beras dan gula merah, dibungkus daun pisang muda
  • Getas: Keripik singkong dengan lapisan gula aren cair
  • Dodol Dairi: Tekstur kenyal dengan rasa durian lokal

Dinas Pariwisata setempat nyatet cuma tersisa 12 perajin getas aktif di Sidikalang, kebanyakan udah sepuh. Ada upaya pelestarian lewat Festival Kuliner Tradisional tiap Agustus.

Kabut siang udah mulai hilang waktu saya tinggalkan Pasar Sidikalang, dengan kantong penuh bika ambon dan kopi bijian. Di sini, kuliner nggak cuma urusan perut, tapi juga cerita tentang manusia dan perjalanan budaya. Setiap gigitan mengingatkan bahwa keaslian rasa bisa tetap hidup di sudut-sudut kecil seperti Sidikalang.

Sumber otoritatif: Detik Food - Bika Ambon Khas Medan vs Sidikalang

Tag: #kuliner tradisional #kopi indonesia #jajanan sumatera #wisata kuliner